SISTEM
OPERASI WINDOWS SERVER
Sistem operasi (sering disebut OS) adalah perangkat lunak yang bertugas untuk
melakukan kontrol,manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar
sistem dan memberikan kemudahan penggunaan komputer ke pemakai. Sistem
operasi ini mengontrol penyimpanan data, masuk,keluar dari satu perangkat ke
perangkat lainnya. Secara umum, Sistem operasi me
melakukan kontrol,manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar
sistem dan memberikan kemudahan penggunaan komputer ke pemakai. Sistem
operasi ini mengontrol penyimpanan data, masuk,keluar dari satu perangkat ke
perangkat lainnya. Secara umum, Sistem operasi me
rupakan perangkat lunak
pertama di tempatkan oleh komputer dalam memorinya saat komputer
dinyalakan atau di hidupkan.Setelah Sistem Operasi berjalan dengan baik, baru
kemudian perangkat-perangkat lunak lain dijalankan. Semua perangkat lunak
yang di jalankan akan mendapat layanan dari sistem operasi, seperti akses disk,
manajemen memori, skeduling task, dan multitasking.
pertama di tempatkan oleh komputer dalam memorinya saat komputer
dinyalakan atau di hidupkan.Setelah Sistem Operasi berjalan dengan baik, baru
kemudian perangkat-perangkat lunak lain dijalankan. Semua perangkat lunak
yang di jalankan akan mendapat layanan dari sistem operasi, seperti akses disk,
manajemen memori, skeduling task, dan multitasking.
Windows Server adalah merek dagang untuk sistem operasi server
yang dirilis oleh Microsoft Corporation. Nama ini telah digunakan untuk rilis
software berikut :
· Windows 2000 Server, rilis yang dibuat berdasarkan Windows 2000
· Windows Server 2003, rilis Windows Server yang beredar sebelum Windows
Server 2008
· Windows Server 2008, rilis Windows Server yang sedang diedarkan oleh
Microsoft
· Windows Server 7, rilis Windows Server selanjutnya
· Windows Small Business Server, sistem operasi Windows Server untuk
kalangan bisnis kelas-kecil
· Windows Essential Business Server, produk yang serupa dengan Small
Business Server, tapi untuk kalangan bisnis kelas-menengah
· Windows Home Server, produk server untuk kalangan rumahan dengan fitur :
file sharing dan streaming, backup otomatis dan remote access.
1.Windows 2000 Server
yang dirilis oleh Microsoft Corporation. Nama ini telah digunakan untuk rilis
software berikut :
· Windows 2000 Server, rilis yang dibuat berdasarkan Windows 2000
· Windows Server 2003, rilis Windows Server yang beredar sebelum Windows
Server 2008
· Windows Server 2008, rilis Windows Server yang sedang diedarkan oleh
Microsoft
· Windows Server 7, rilis Windows Server selanjutnya
· Windows Small Business Server, sistem operasi Windows Server untuk
kalangan bisnis kelas-kecil
· Windows Essential Business Server, produk yang serupa dengan Small
Business Server, tapi untuk kalangan bisnis kelas-menengah
· Windows Home Server, produk server untuk kalangan rumahan dengan fitur :
file sharing dan streaming, backup otomatis dan remote access.
1.Windows 2000 Server
Windows 2000 (atau Windows NT 5.0 build 2159) adalah sebuah versi
sistem operasi Windows yang merupakan versi pengembangan dari Windows NT
versi 4.0, dikeluarkan oleh Microsoft tanggal 17 Februari 2000 di Amerika Serikat,
setelah beberapa kali mengalami penundaan peluncurannya.Windows 2000
menambahkan beberapa fitur baru, yaitu:
1. Active Directory yang baru
2. Image Preview
3. Browser Explorer yang baru, yaitu Internet Explorer 5.0. Dukungan untuk
Microsoft DirectX. Sebelumnya dalam Windows NT 4.0 hanya mendukung
akselerasi OpenGL saja.
4. Windows Media Player 6.4 terintegrasi. Akan tetapi, versi Windows Media Player
tersebut dapat diinstalasikan di dalam versi Windows NT 4.0.
5. Plug And Play yang lebih canggih, sehingga memasang hardware tertentu dapat
langsung berjalan tanpa harus melalui proses restart.
6. Menggunakan driver untuk hardware berbasis Windows Driver Model atau dikenal
juga dengan WDM.
7. Dukungan untuk manajemen daya yang lebih baik, yaitu ACPI (Advanced
Configuration and Power Interface) yang dapat menghemat daya, utamanya
ketika digunakan pada komputer portabel seperti halnya laptop atau notebook.
8. Terminal Service yang telah terintegrasi. Sebelumnya pada Windows NT 4,
Microsoft meluncurkan sebuah versi Windows NT tersendiri yang disebut dengan
Windows NT 4 Terminal Services.
1.
Pengembangan
Windows 2000 dikenal dengan kode "Windows NT 5.0" dan sebelum
meluncurkan Windows NT 4.0, Windows 2000 sempat dikenal dengan kode
"Cairo", tetapi tidak jadi untuk diluncurkan, sehingga Windows 2000 merupakan
sebuah versi yang sama sekali tidak memiliki nama kode khusus. Microsoft
mengubah nama "NT5" menjadi Windows 2000 pada tanggal 27 Oktober 1998.
Windows 2000 Beta 1 dirilis pada tanggal 27 September 1997, dan
selanjutnya Microsoft pun meluncurkan beberapa perbaikan dalam Windows
2000 Beta 2 dan hingga akhirnya pada versi Beta 3, yang merupakan leluhur dari
versi Release Candidate (RC) yang diluncurkan pada 29 April 1999. Tercatat tiga
buah versi RC yang dikeluarkan oleh Microsoft dari Windows 2000 Beta 3 ini di
antara bulan Juli 1999 hingga November 1999. Selanjutnya, Microsoft merilis
versi RTM (Release to Manufacturer) dari Windows 2000 pada tanggal 12
Desember 1999, sementara dijual secara ritel pada tanggal 17 Februari 2000.
Windows 2000 pun banyak disebut sebagai sistem operasi yang paling
stabil pada zamannya oleh banyak pengamat. Akan tetapi, beberapa perusahaan
yang bergerak di bidang pembuatan sistem operasi, seperti Novell tidak
menganggapnya demikian. Active Directory, sebuah arsitektur layanan direktori
yang dimasukkan ke dalam Windows 2000, tidak lebih baik dibandingkan dengan
Novell Directory Services (NDS).
Pada tanggal 29 September 2000, Microsoft merilis versi Windows 2000
Datacenter Edition. Pada tanggal 15 Agustus 2000, Microsoft merilis Service
Pack 1 (SP1) untuk Windows 2000, dan Windows 2000 Service Pack 2 (SP2)
pada tanggal 16 Mei 2001. Selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus 2002,
Windows 2000 Service Pack 3 pun diluncurkan, dan diikuti oleh Windows 2000
Service Pack 4 pada tanggal 26 Juni 2003. Sayangnya, Microsoft mengatakan,
bahwa mereka tidak akan merilis Service Pack lagi untuk Windows 2000, untuk
membuatnya menjadi Service Pack 5, atau service pack yang lebih baru lagi.
Pada tahun 2005, akhirnya Microsoft pun merilis Roll-up Update untuk Windows
2000 Service Pack 4, daripada harus meluncurkan Windows 2000 Service Pack 5.
Pada tahun 2001, seiring dengan diluncurkannya Microsoft Windows
XP, pasar Windows 2000 Professional pun menjadi lebih sedikit, karena pasar
Windows XP lebih ditujukan untuk menggantikan Windows 9x yang sangat
populer saat itu. Akan tetapi, Windows 2000 Server masih belum tergantikan oleh
"Windows XP Server" yang kala itu masih belum dirilis. Ketika Windows Server
2003 dirilis, akhirnya pasar Windows 2000 pun seolah 'dibunuh' oleh adiknya
sendiri.
Sebenarnya, Microsoft telah mengembangkan sebuah versi Windows
2000 yang ditujukan untuk pasar pengguna rumahan dan sebagai pengganti
Windows 9x, yang dinamai sebagai "Windows Neptune". Akan tetapi, versi
tersebut hanya diterbitkan versi alpha-nya saja, dan tidak pernah dirilis versi
resminya. Microsoft pun akhirnya membuat Windows ME (Millennium Edition)
untuk merealisasikan sistem operasi yang dapat digunakan untuk pengguna
rumahan. Unsur-unsur dalam Windows Neptune pun dimasukkan ke dalam
Windows Whistler (atau dikenal dengan Windows XP). Satu-satunya elemen
dari proyek Windows tersebut ke dalam Windows 2000 versi rilis adalah
Windows 95, dan Windows 98 dapat di-upgrade menjadi Windows 2000, dan
dukungan untuk sistem berkas FAT32.
Windows 2000 dikenal dengan kode "Windows NT 5.0" dan sebelum
meluncurkan Windows NT 4.0, Windows 2000 sempat dikenal dengan kode
"Cairo", tetapi tidak jadi untuk diluncurkan, sehingga Windows 2000 merupakan
sebuah versi yang sama sekali tidak memiliki nama kode khusus. Microsoft
mengubah nama "NT5" menjadi Windows 2000 pada tanggal 27 Oktober 1998.
Windows 2000 Beta 1 dirilis pada tanggal 27 September 1997, dan
selanjutnya Microsoft pun meluncurkan beberapa perbaikan dalam Windows
2000 Beta 2 dan hingga akhirnya pada versi Beta 3, yang merupakan leluhur dari
versi Release Candidate (RC) yang diluncurkan pada 29 April 1999. Tercatat tiga
buah versi RC yang dikeluarkan oleh Microsoft dari Windows 2000 Beta 3 ini di
antara bulan Juli 1999 hingga November 1999. Selanjutnya, Microsoft merilis
versi RTM (Release to Manufacturer) dari Windows 2000 pada tanggal 12
Desember 1999, sementara dijual secara ritel pada tanggal 17 Februari 2000.
Windows 2000 pun banyak disebut sebagai sistem operasi yang paling
stabil pada zamannya oleh banyak pengamat. Akan tetapi, beberapa perusahaan
yang bergerak di bidang pembuatan sistem operasi, seperti Novell tidak
menganggapnya demikian. Active Directory, sebuah arsitektur layanan direktori
yang dimasukkan ke dalam Windows 2000, tidak lebih baik dibandingkan dengan
Novell Directory Services (NDS).
Pada tanggal 29 September 2000, Microsoft merilis versi Windows 2000
Datacenter Edition. Pada tanggal 15 Agustus 2000, Microsoft merilis Service
Pack 1 (SP1) untuk Windows 2000, dan Windows 2000 Service Pack 2 (SP2)
pada tanggal 16 Mei 2001. Selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus 2002,
Windows 2000 Service Pack 3 pun diluncurkan, dan diikuti oleh Windows 2000
Service Pack 4 pada tanggal 26 Juni 2003. Sayangnya, Microsoft mengatakan,
bahwa mereka tidak akan merilis Service Pack lagi untuk Windows 2000, untuk
membuatnya menjadi Service Pack 5, atau service pack yang lebih baru lagi.
Pada tahun 2005, akhirnya Microsoft pun merilis Roll-up Update untuk Windows
2000 Service Pack 4, daripada harus meluncurkan Windows 2000 Service Pack 5.
Pada tahun 2001, seiring dengan diluncurkannya Microsoft Windows
XP, pasar Windows 2000 Professional pun menjadi lebih sedikit, karena pasar
Windows XP lebih ditujukan untuk menggantikan Windows 9x yang sangat
populer saat itu. Akan tetapi, Windows 2000 Server masih belum tergantikan oleh
"Windows XP Server" yang kala itu masih belum dirilis. Ketika Windows Server
2003 dirilis, akhirnya pasar Windows 2000 pun seolah 'dibunuh' oleh adiknya
sendiri.
Sebenarnya, Microsoft telah mengembangkan sebuah versi Windows
2000 yang ditujukan untuk pasar pengguna rumahan dan sebagai pengganti
Windows 9x, yang dinamai sebagai "Windows Neptune". Akan tetapi, versi
tersebut hanya diterbitkan versi alpha-nya saja, dan tidak pernah dirilis versi
resminya. Microsoft pun akhirnya membuat Windows ME (Millennium Edition)
untuk merealisasikan sistem operasi yang dapat digunakan untuk pengguna
rumahan. Unsur-unsur dalam Windows Neptune pun dimasukkan ke dalam
Windows Whistler (atau dikenal dengan Windows XP). Satu-satunya elemen
dari proyek Windows tersebut ke dalam Windows 2000 versi rilis adalah
Windows 95, dan Windows 98 dapat di-upgrade menjadi Windows 2000, dan
dukungan untuk sistem berkas FAT32.
2. Vers
Windows 2000 terbagi menjadi beberapa versi, yaitu:
· Windows 2000 Professional, yang ditujukan untuk untuk menggantikan
Windows NT Workstation 4.0
· Windows 2000 Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT
Server 4.0
· Windows 2000 Advanced Server, yang ditujukan untuk menggantikan
Windows NT Enterprise Server
· Windows 2000 Datacenter Server, yang merupakan sebuah kasta baru dalam
sistem operasi Windows 2000, yang ditujukan sebagai pengelola pusat basis
data yang sangat dibutuhkan dalam pasar korporat.
· Windows 2000 Limited Edition, yang didesain secara khusus untuk
mikroprosesor Intel Itanium yang menggunakan arsitektur IA-64 dari Intel
Corporation.
Windows 2000 terbagi menjadi beberapa versi, yaitu:
· Windows 2000 Professional, yang ditujukan untuk untuk menggantikan
Windows NT Workstation 4.0
· Windows 2000 Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT
Server 4.0
· Windows 2000 Advanced Server, yang ditujukan untuk menggantikan
Windows NT Enterprise Server
· Windows 2000 Datacenter Server, yang merupakan sebuah kasta baru dalam
sistem operasi Windows 2000, yang ditujukan sebagai pengelola pusat basis
data yang sangat dibutuhkan dalam pasar korporat.
· Windows 2000 Limited Edition, yang didesain secara khusus untuk
mikroprosesor Intel Itanium yang menggunakan arsitektur IA-64 dari Intel
Corporation.
2. Windows Server 2003
Windows Server 2003 merupakan sebuah versi sistem operasi Microsoft
Windows yang ditujukan untuk pasar server korporat. Nomor versi internalnya adalah
Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya dikenal dengan .NET Server,
Windows .NET Server, atau Whistler Server. Sistem operasi ini merupakan
kelanjutan dari sistem Windows 2000 Server.
1. Sejarah
Pengembangan
Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan
pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform
.NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows
Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena
Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler
Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda
peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi
Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk
Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.
Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan
pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform
.NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows
Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena
Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler
Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda
peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi
Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk
Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.
2. Edisi
Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni
sebagai berikut:
· Windows Server 2003 Standard Edition
· Windows Server 2003 Enterprise Edition
· Windows Server 2003 Datacenter Edition
· Windows Server 2003 Web Edition
· Windows Small Business Server 2003
· Windows Storage Server 2003
Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni
sebagai berikut:
· Windows Server 2003 Standard Edition
· Windows Server 2003 Enterprise Edition
· Windows Server 2003 Datacenter Edition
· Windows Server 2003 Web Edition
· Windows Small Business Server 2003
· Windows Storage Server 2003
3. Standard
Edition
Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebuah versi Windows
Server 2003 yang benar-benar "dasar", dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan
oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan. Edisi ini diterbitkan
untuk menggantikan Windows 2000 Server dan Windows NT 4.0 Server yang telah
lama malang melintang.
Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah
sebagai berikut:
· Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server
yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau
aplikasi lainnya).
· Domain Controller server.
· PKI (public key infrastructure) server.
· Domain Name System (DNS).
· Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
· Windows Internet Name Service (WINS).
· Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam
jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
· Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai
sebuah cluster.
Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas
ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan
jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server yang ditujukan untuk
mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar. Windows Server 2003
Standard Edition mendukung hingga empat buah prosesor fisik (prosesor logis dalam
Intel HyperThreading akan dianggap sebagai satu prosesor fisik) dan mendukung
RAM hingga 4 Gigabyte, serta dapat mengalamati 4 Terabyte hard disk.
Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebuah versi Windows
Server 2003 yang benar-benar "dasar", dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan
oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan. Edisi ini diterbitkan
untuk menggantikan Windows 2000 Server dan Windows NT 4.0 Server yang telah
lama malang melintang.
Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah
sebagai berikut:
· Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server
yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau
aplikasi lainnya).
· Domain Controller server.
· PKI (public key infrastructure) server.
· Domain Name System (DNS).
· Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
· Windows Internet Name Service (WINS).
· Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam
jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
· Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai
sebuah cluster.
Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas
ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan
jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server yang ditujukan untuk
mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar. Windows Server 2003
Standard Edition mendukung hingga empat buah prosesor fisik (prosesor logis dalam
Intel HyperThreading akan dianggap sebagai satu prosesor fisik) dan mendukung
RAM hingga 4 Gigabyte, serta dapat mengalamati 4 Terabyte hard disk.
4.
Enterprise Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows
Server yang memiliku semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003
Standard Edition, ditambah dengan fitur-fitur yang meningkatakan keandalan dan
skalabilitas layanan-layanannya. Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan
untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0
Enterprise Server yang telah lama beredar. Windows Server 2003 Enterprise Edition
menggandakan dukungan prosesor jika dibandingkan dengan Windows Server 2003
Standard Edition, dari 4 hingga 8 prosesor sekaligus. Selain itu, Enterprise Edition
juga mendukung prosesor 64-bit, seperti IA-64 dan x64.
Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:
· Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar
mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows,
sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam
sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
· Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang
berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
· Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk
mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama,
sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB
mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
· Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node)
terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
· Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan
koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server
yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan
dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server
mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke
sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows
Server yang memiliku semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003
Standard Edition, ditambah dengan fitur-fitur yang meningkatakan keandalan dan
skalabilitas layanan-layanannya. Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan
untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0
Enterprise Server yang telah lama beredar. Windows Server 2003 Enterprise Edition
menggandakan dukungan prosesor jika dibandingkan dengan Windows Server 2003
Standard Edition, dari 4 hingga 8 prosesor sekaligus. Selain itu, Enterprise Edition
juga mendukung prosesor 64-bit, seperti IA-64 dan x64.
Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:
· Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar
mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows,
sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam
sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
· Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang
berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
· Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk
mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama,
sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB
mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
· Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node)
terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
· Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan
koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server
yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan
dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server
mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke
sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
5.
Datacenter Edition
Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari
Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan.
Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari
kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam HewlettPackard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar
sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan
oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh
lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan
melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya
agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu
tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.
Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter
Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa
persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003
ini, yakni sebagai berikut:
· Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi
standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan
(kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua
perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan
komponen vital lainnya.
· Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja,
driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan
waktu lebih dari satu bulan
· Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya
pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak
Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.
Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori
hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara
128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini
mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu,
edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban
jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager
yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari
Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan.
Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari
kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam HewlettPackard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar
sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan
oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh
lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan
melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya
agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu
tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.
Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter
Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa
persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003
ini, yakni sebagai berikut:
· Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi
standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan
(kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua
perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan
komponen vital lainnya.
· Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja,
driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan
waktu lebih dari satu bulan
· Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya
pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak
Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.
Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori
hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara
128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini
mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu,
edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban
jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager
yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
6. Web
Edition
Windows Server 2003 Web Edition adalah sebuah edisi dari Windows
Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa
aplikasi web, halaman web, dan layanan web berbasis XML. Windows Server 2003
Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information
Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET
untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.
Web server modern saat ini umumnya tidaklah dibuat dari satu mesin
dengan banyak prosesor atau jumlah memori yang besar. Tetapi, umumnya dibentuk
dari beberapa komputer dengan 1 CPU atau 2 CPU dengan RAM yang mencukupi.
Dalam kasus ini, jika sebuah organisasi hendak menggunakan Windows Server 2003
Standard Edition, maka akan terlalu mahal (dalam beberapa kasus, justru sistem
operasi yang lebih mahal daripada perangkat keras), sehingga beberapa organisasi
pun berpaling ke solusi open-source semacam Linux atau Apache (yang dapat
berjalan di atas Windows atau Linux) daripada menggunakan IIS yang hanya
disediakan oleh Windows Server yang mahal. Sebagai respons dari kasus ini,
Microsoft pun merilis Windows Server 2003 Web Edition. Untuk menekan harga,
tentu saja ada yang dikorbankan: Windows Server 2003 Web Edition banyak memiliki
layanan yang dibuang, termasuk di atanranya Routing and Remote Access, Terminal
Services, Remote Installation Service (RIS), Service for Macintosh, dan penaungan
terhadap Active Directory (tidak dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah domain
controller, meski dapat dikoneksikan ke sebuah domain Active Directory).
Windows Server 2003 Web Edition adalah sebuah edisi dari Windows
Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa
aplikasi web, halaman web, dan layanan web berbasis XML. Windows Server 2003
Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information
Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET
untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.
Web server modern saat ini umumnya tidaklah dibuat dari satu mesin
dengan banyak prosesor atau jumlah memori yang besar. Tetapi, umumnya dibentuk
dari beberapa komputer dengan 1 CPU atau 2 CPU dengan RAM yang mencukupi.
Dalam kasus ini, jika sebuah organisasi hendak menggunakan Windows Server 2003
Standard Edition, maka akan terlalu mahal (dalam beberapa kasus, justru sistem
operasi yang lebih mahal daripada perangkat keras), sehingga beberapa organisasi
pun berpaling ke solusi open-source semacam Linux atau Apache (yang dapat
berjalan di atas Windows atau Linux) daripada menggunakan IIS yang hanya
disediakan oleh Windows Server yang mahal. Sebagai respons dari kasus ini,
Microsoft pun merilis Windows Server 2003 Web Edition. Untuk menekan harga,
tentu saja ada yang dikorbankan: Windows Server 2003 Web Edition banyak memiliki
layanan yang dibuang, termasuk di atanranya Routing and Remote Access, Terminal
Services, Remote Installation Service (RIS), Service for Macintosh, dan penaungan
terhadap Active Directory (tidak dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah domain
controller, meski dapat dikoneksikan ke sebuah domain Active Directory).
7. Windows
Small Business Server 2003
Windows Small Business Server 2003, atau sering disebut sebagai
Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk
pasar jaringan kecil. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi
lainnya, meski banyak yang dikorbankan, dalam teknologi jaringan yang didukung,
jenis lisensi, perangkat pengembangan, dan redundansi aplikasi. Sebuah Windows
Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.
Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft
anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada
server pertama mereka. Instalasi default-nya, Windows SBS akan menginstalasikan
Active Directory, sebuah situs SharePoint Portal, dan Exchange Server. Selain itu,
edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall
DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan.
Antarmuka manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan
dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru
sekalipun.
SBS juga dirilis dalam versi lainnya, yang disebut sebagau Windows Small
Business Server 2003 Premium Edition yang mencakup semua fitur dalam Windows
Small Business Server 2003 Standard Edition ditambah SQL Server 2000 dan ISA
Server 2000.
Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan,
yakni sebagai berikut:
· Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan
Windows Small Business Server 2003.
· Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active
Directory.
· Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain
lainnya.
· Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
· Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
· Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam
modus remote administration.
· Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003
Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna
atau setiap perangkat.
Windows Small Business Server 2003, atau sering disebut sebagai
Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk
pasar jaringan kecil. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi
lainnya, meski banyak yang dikorbankan, dalam teknologi jaringan yang didukung,
jenis lisensi, perangkat pengembangan, dan redundansi aplikasi. Sebuah Windows
Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.
Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft
anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada
server pertama mereka. Instalasi default-nya, Windows SBS akan menginstalasikan
Active Directory, sebuah situs SharePoint Portal, dan Exchange Server. Selain itu,
edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall
DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan.
Antarmuka manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan
dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru
sekalipun.
SBS juga dirilis dalam versi lainnya, yang disebut sebagau Windows Small
Business Server 2003 Premium Edition yang mencakup semua fitur dalam Windows
Small Business Server 2003 Standard Edition ditambah SQL Server 2000 dan ISA
Server 2000.
Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan,
yakni sebagai berikut:
· Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan
Windows Small Business Server 2003.
· Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active
Directory.
· Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain
lainnya.
· Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
· Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
· Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam
modus remote administration.
· Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003
Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna
atau setiap perangkat.
8. Storage
Server
Windows Storage Server 2003 adalah sebuah edisi Windows Server 2003
yang didedikasikan untuk layanan berbagi berkas dan berbagi alat pencetak. Sama
seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat
diperoleh secara ritel. Umumnya, edisi ini dapat diperoleh melalui OEM dalam
perangkat Network Attached Storage (NAS). Perbedaan dari sistem Windows Server
lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa
Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).
9. Versi
Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi,
yakni sebagai berikut:
· Windows Server 2003 RTM (Release to
Manufacture), tanpa Service Pack
· Windows Server 2003 Service Pack 1
· Windows Server 2003 R2
· Windows Server 2003 Service Pack 2 (dirilis
tanggal 13 Maret 2007)
Windows Server 2008
Windows Server 2008 adalah nama sistem operasi untuk server dari
perusahaan Microsoft. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi
sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007, Bill
Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah
nama baru dari Windows Server "Longhorn".
Windows Server 2008 mendukung sistem klien dengan Windows Vista,
mirip seperti hubungan antara Windows Server 2003 dan Windows XP. Versi Beta 1
dari sistem server ini pertama kali dikenalkan pada tanggal 27 Juli 2005, dan versi
Beta 3-nya sudah diumumkan pada tanggal 25 April 2007 yang lalu. Produk ini
rencananya akan dipasarkan pada pertengahan kedua tahun 2007 ini.
Windows Storage Server 2003 adalah sebuah edisi Windows Server 2003
yang didedikasikan untuk layanan berbagi berkas dan berbagi alat pencetak. Sama
seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat
diperoleh secara ritel. Umumnya, edisi ini dapat diperoleh melalui OEM dalam
perangkat Network Attached Storage (NAS). Perbedaan dari sistem Windows Server
lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa
Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).
9. Versi
Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi,
yakni sebagai berikut:
· Windows Server 2003 RTM (Release to
Manufacture), tanpa Service Pack
· Windows Server 2003 Service Pack 1
· Windows Server 2003 R2
· Windows Server 2003 Service Pack 2 (dirilis
tanggal 13 Maret 2007)
Windows Server 2008
Windows Server 2008 adalah nama sistem operasi untuk server dari
perusahaan Microsoft. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi
sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007, Bill
Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah
nama baru dari Windows Server "Longhorn".
Windows Server 2008 mendukung sistem klien dengan Windows Vista,
mirip seperti hubungan antara Windows Server 2003 dan Windows XP. Versi Beta 1
dari sistem server ini pertama kali dikenalkan pada tanggal 27 Juli 2005, dan versi
Beta 3-nya sudah diumumkan pada tanggal 25 April 2007 yang lalu. Produk ini
rencananya akan dipasarkan pada pertengahan kedua tahun 2007 ini.
1. Edisi
Windows Server 2008 ini bisa diperoleh untuk sistem 32-bit (x86) dan
sistem 64-bit (x86-64)vb, sama seperti pada Windows Server 2003, dalam beberapa
macam edisi:
· Windows Web Server 2008
· Windows Server 2008 Standard Edition
· Windows Server 2008 Enterprise Edition
· Windows Server 2008 Datacenter Edition
· Windows Server 2008 untuk sistem berbasis Itanium (IA-64).
Windows Server 2008 ini bisa diperoleh untuk sistem 32-bit (x86) dan
sistem 64-bit (x86-64)vb, sama seperti pada Windows Server 2003, dalam beberapa
macam edisi:
· Windows Web Server 2008
· Windows Server 2008 Standard Edition
· Windows Server 2008 Enterprise Edition
· Windows Server 2008 Datacenter Edition
· Windows Server 2008 untuk sistem berbasis Itanium (IA-64).
2. Fitur
Windows Server 2008 dibangun dari kode yang sama seperti Windows
Vista; karenanya Windows Server 2008 memiliki arsitektur dan fungsionalitas yang
sama dengannya. Karena Windows Vista, oleh Microsoft, menawarkan kemajuan
secara teknis dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya, maka hal-hal yang
dimiliki oleh Windows Vista juga dimiliki oleh Windows Server 2008. Contohnya
adalah network stack yang ditulis lagi dari awal (IPv6, jaringan nirkabel, kecepatan,
dan peningkatan keamanan); instalasi yang lebih mudah; diagnosa, pemantauan dan
pencatatan yang lebih baik; keamanan yang lebih tangguh seperti BitLocker Drive
Encryption, Address Space Layout Randomization (ASLR), Windows Firewall yang
lebih baik; teknologi Microsoft .NET Framework 3.0, seperti Windows Communication
Foundation, Microsoft Message Queuing (MSMQ), dan Windows Workflow
Foundation (WFW), dan juga peningkatan pada sisi kernel.
Dari sisi perangkat keras, prosesor dan perangkat memori dimodelkan
sebagai perangkat keras Plug and Play, sehingga mengizinkan proses hot-plugging
terhadap perangkat-perangkat tersebut. Ini berarti, sumber daya sistem dapat dibagi
ke dalam partisi-partisi secara dinamis dengan menggunakan fitur Dynamic Hardware
Partitioning, di mana setiap partisi memiliki memori, prosesor, I/O secara independen
terhadap partisi lainnya.
Windows Server 2008 dibangun dari kode yang sama seperti Windows
Vista; karenanya Windows Server 2008 memiliki arsitektur dan fungsionalitas yang
sama dengannya. Karena Windows Vista, oleh Microsoft, menawarkan kemajuan
secara teknis dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya, maka hal-hal yang
dimiliki oleh Windows Vista juga dimiliki oleh Windows Server 2008. Contohnya
adalah network stack yang ditulis lagi dari awal (IPv6, jaringan nirkabel, kecepatan,
dan peningkatan keamanan); instalasi yang lebih mudah; diagnosa, pemantauan dan
pencatatan yang lebih baik; keamanan yang lebih tangguh seperti BitLocker Drive
Encryption, Address Space Layout Randomization (ASLR), Windows Firewall yang
lebih baik; teknologi Microsoft .NET Framework 3.0, seperti Windows Communication
Foundation, Microsoft Message Queuing (MSMQ), dan Windows Workflow
Foundation (WFW), dan juga peningkatan pada sisi kernel.
Dari sisi perangkat keras, prosesor dan perangkat memori dimodelkan
sebagai perangkat keras Plug and Play, sehingga mengizinkan proses hot-plugging
terhadap perangkat-perangkat tersebut. Ini berarti, sumber daya sistem dapat dibagi
ke dalam partisi-partisi secara dinamis dengan menggunakan fitur Dynamic Hardware
Partitioning, di mana setiap partisi memiliki memori, prosesor, I/O secara independen
terhadap partisi lainnya.
Windows NT
3.1
Windows NT 3.1 adalah merupakan produk pertama dari jajaran Sistem
Operasi Server Microsoft Windows NT. Produk ini mulai diproduksi tanggal 27 Juli
1993. Tersedia dalam 2 versi, yaitu : Windows NT 3.1 dan Windows NT Advanced
Server. Sistem operasi ini kemudian dikembangkan menjadi Windows NT 3.5 pada
September 1994.
Windows NT 3.1 dapat berjalan pada CPU Intel x86, DEC Alpha, and MIPS
R4000.
Windows NT 3.1 adalah merupakan produk pertama dari jajaran Sistem
Operasi Server Microsoft Windows NT. Produk ini mulai diproduksi tanggal 27 Juli
1993. Tersedia dalam 2 versi, yaitu : Windows NT 3.1 dan Windows NT Advanced
Server. Sistem operasi ini kemudian dikembangkan menjadi Windows NT 3.5 pada
September 1994.
Windows NT 3.1 dapat berjalan pada CPU Intel x86, DEC Alpha, and MIPS
R4000.
Windows NT
3.5
Microsoft Windows NT 3.5 adalah versi sistem operasi Microsoft Windows
NT kedua, yang dirilis pada tanggal 21 September 1994. Selama pengembangan,
Windows NT 3.5 ini memiliki nama kode "Daytona", diambil dari sebuah jalan tol di
pantai Daytona, Florida.
Microsoft Windows NT 3.5 adalah versi sistem operasi Microsoft Windows
NT kedua, yang dirilis pada tanggal 21 September 1994. Selama pengembangan,
Windows NT 3.5 ini memiliki nama kode "Daytona", diambil dari sebuah jalan tol di
pantai Daytona, Florida.
SEJARAH
Windows NT sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari
sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0, di mana dalam pengembangan sistem operasi
tersebut Microsoft dan IBM melakukan pengembangan secara bersama-sama.
Beberapa saat sebelum sistem operasi tersebut rampung, Microsoft dan IBM
mengakhiri hubungan mereka, dan akhirnya proyek IBM OS/2 pun terbengkalai. Hal
ini diakibatkan oleh kesuksesan sistem operasi grafis yang berjalan di atas MS-DOS,
Microsoft Windows versi 3.0, yang terjual lebih dari sejuta salinan dalam waktu
kurang dari sebulan. Sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0 ini memiliki nama kode
NTOS/2. Dan akhirnya, Microsoft mengembangkan Windows NT sendirian, tanpa
dibantu oleh IBM.
Selanjutnya, Microsoft merekrut beberapa orang pengembang sistem operasi dari
Digital Equipment Corporation (DEC), yang keluar dari perusahaan lama akibat
kurang puas karena proyek yang sedang dikerjakannya dihentikan secara paksa. Tim
pengembang tersebut dikepalai oleh David Neil Cutler, Sr, yang juga terkenal dengan
sistem operasi VMS dan RSX/11M dari DEC. Akhirnya, proyek NTOS/2 pun diubah
namanya menjadi WNT.
Selama tiga tahun pengembangan, Windows NT pun akhirnya menjadi sistem
operasi yang benar-benar baru. Bebas dari kode 16-bit milik MS-DOS, mendukung
operasi 32-bit, dan semua fitur yang ditawarkan oleh mikroprosesor 32-bit, seperti
dapat mengalamati memori hingga 4 Gigabyte, dan mode terproteksi. Selain itu,
Windows NT didesain agar kompatibel dengan sistem operasi terdahulu, seperti MSDOS (yang dijalankan dengan menggunakan teknik emulasi), IBM OS/2, dan sistem
operasi berbasis POSIX (yang telah diubah kodenya untuk Windows 32-bit).
Windows NT sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari
sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0, di mana dalam pengembangan sistem operasi
tersebut Microsoft dan IBM melakukan pengembangan secara bersama-sama.
Beberapa saat sebelum sistem operasi tersebut rampung, Microsoft dan IBM
mengakhiri hubungan mereka, dan akhirnya proyek IBM OS/2 pun terbengkalai. Hal
ini diakibatkan oleh kesuksesan sistem operasi grafis yang berjalan di atas MS-DOS,
Microsoft Windows versi 3.0, yang terjual lebih dari sejuta salinan dalam waktu
kurang dari sebulan. Sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0 ini memiliki nama kode
NTOS/2. Dan akhirnya, Microsoft mengembangkan Windows NT sendirian, tanpa
dibantu oleh IBM.
Selanjutnya, Microsoft merekrut beberapa orang pengembang sistem operasi dari
Digital Equipment Corporation (DEC), yang keluar dari perusahaan lama akibat
kurang puas karena proyek yang sedang dikerjakannya dihentikan secara paksa. Tim
pengembang tersebut dikepalai oleh David Neil Cutler, Sr, yang juga terkenal dengan
sistem operasi VMS dan RSX/11M dari DEC. Akhirnya, proyek NTOS/2 pun diubah
namanya menjadi WNT.
Selama tiga tahun pengembangan, Windows NT pun akhirnya menjadi sistem
operasi yang benar-benar baru. Bebas dari kode 16-bit milik MS-DOS, mendukung
operasi 32-bit, dan semua fitur yang ditawarkan oleh mikroprosesor 32-bit, seperti
dapat mengalamati memori hingga 4 Gigabyte, dan mode terproteksi. Selain itu,
Windows NT didesain agar kompatibel dengan sistem operasi terdahulu, seperti MSDOS (yang dijalankan dengan menggunakan teknik emulasi), IBM OS/2, dan sistem
operasi berbasis POSIX (yang telah diubah kodenya untuk Windows 32-bit).
1. Selayang
pandang
Windows NT 3.5 adalah versi Windows NT pertama yang menggunakan
nama "Windows NT Workstation" dan Windows NT Server untuk edisi-edisi yang
diturunkan darinya. Berbeda dari versi sebelumnya, Windows NT 3.1 yang
dinamakan dengan Windows NT (saja) dan WIndows NT Advanced Server.
Pada bulan Juli 1995, Windows NT 3.5 dengan Service Pack 3 memiliki
rating C2 oleh National Security Agency (NSA) dengan menggunakan pengujian
TCSEC C2 Criteria.
Versi Intel x86 dari Windows NT 3.5 tidak akan bekerja dengan prosesor
x86 yang lebih baru dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium yang asli (P5),
sehingga Pentium MMX, Pentium Pro, Pentium II, dan prosesor-prosesor baru pun
tidak didukung olehnya.
Windows NT 3.5 dihentikan dukungannya pada tanggal 31 Desember 2007.
Windows NT 3.5 adalah versi Windows NT pertama yang menggunakan
nama "Windows NT Workstation" dan Windows NT Server untuk edisi-edisi yang
diturunkan darinya. Berbeda dari versi sebelumnya, Windows NT 3.1 yang
dinamakan dengan Windows NT (saja) dan WIndows NT Advanced Server.
Pada bulan Juli 1995, Windows NT 3.5 dengan Service Pack 3 memiliki
rating C2 oleh National Security Agency (NSA) dengan menggunakan pengujian
TCSEC C2 Criteria.
Versi Intel x86 dari Windows NT 3.5 tidak akan bekerja dengan prosesor
x86 yang lebih baru dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium yang asli (P5),
sehingga Pentium MMX, Pentium Pro, Pentium II, dan prosesor-prosesor baru pun
tidak didukung olehnya.
Windows NT 3.5 dihentikan dukungannya pada tanggal 31 Desember 2007.
Windows Home
Server
Windows Home Server, yang memiliki nama kode pengembangan
"Quatro," adalah sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang dikembangkan
dari Windows Server 2003 Service Pack 2 yang ditujukan sebagai file server untuk
rumahan. Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal 7 Januari 2007 oleh Bill
Gates pada saat konferensi Consumer Electronics Show. Windows Home Server
ditujukan sebagai solusi untuk rumahan dengan banyak komputer PC yang
terkoneksi untuk menawarkan fitur file sharing, backup otomatis, dan juga akses
secara jarak jauh.
Pada tanggal 16 Juli 2007, Windows Home Server akhirnya dirilis dalam
versi Release to Manufacture (RTM), dan secara resmi dirilis pada tanggal 7
November 2007. Pada tanggal 20 Juli 2008, Microsoft menawarkan Power Pack 1
untuk Windows Home Server yang memperbaiki beberapa kekurangan Windows
Home Server.
Windows Home Server, yang memiliki nama kode pengembangan
"Quatro," adalah sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang dikembangkan
dari Windows Server 2003 Service Pack 2 yang ditujukan sebagai file server untuk
rumahan. Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal 7 Januari 2007 oleh Bill
Gates pada saat konferensi Consumer Electronics Show. Windows Home Server
ditujukan sebagai solusi untuk rumahan dengan banyak komputer PC yang
terkoneksi untuk menawarkan fitur file sharing, backup otomatis, dan juga akses
secara jarak jauh.
Pada tanggal 16 Juli 2007, Windows Home Server akhirnya dirilis dalam
versi Release to Manufacture (RTM), dan secara resmi dirilis pada tanggal 7
November 2007. Pada tanggal 20 Juli 2008, Microsoft menawarkan Power Pack 1
untuk Windows Home Server yang memperbaiki beberapa kekurangan Windows
Home Server.
1. Beberapa Fitur Windows Home Server
Windows Home Server menawarkan fitur-fitur sebagai berikut:
· Backup secara terpusat: Mengizinkan proses backup hingga 10 komputer PC,
dengan menggunakan teknologi Single Instance Store untuk menghindari banyak
salinan dari berkas yang sama, bahkan jika berkas tersebut berada di dalam
banyak komputer PC.
· Pemantauan kesehatan komputer: Windows Home Server dapat memantau
kesehatan semua komputer PC di dalam jaringan komputer, termasuk status dari
anti virus dan juga firewall.
· File sharing: Menawarkan file sharing untuk komputer-komputer agar dapat
menyimpan berkas dari jarak jauh, sehingga bertindak sebagai perangkat
Network Attached Storage. Beberapa kategori juga disediakan untuk
menyediakan beberapa tipe berkas, seperti Documents, Music, Pictures, dan
Videos. Untuk pencarian yang lebih cepat, maka berkas-berkas tersebut diindeks
secara otomatis.
· Printer sharing: Menawarkan fitur print server secara terpusat untuk menangani
semua print jobs untuk semua pengguna.
· Shadow Copy: Mengambil keuntungan yang ditawarkan oleh Microsoft Volume
Shadow Copy Services untuk membuat snapshot, yang dapat mengizinkan versiversi berkas yang lebih lama dapat dikembalikan.
· Headless Operation: Windows Home Server tidak membutuhkan monitor atau
keyboard untuk melakukan manajemen perangkat. Administrasi jarak jauh
dilakukan dengan menggunakan aplkasi klien Windows Home Server Console
yang disediakan dalam paket Windows Home Server. Fitur ini juga menawarkan
koneksi Remote Desktop ke server saat dihubungkan ke LAN yang sama.
· Remote Access Gateway: Mengizinkan akses secara jarak jauh terhadap semua
komputer yang terkoneksi di dalam jaringan melalui Internet.
· Media Streaming: Windows Home Server dapat melakukan streaming media ke
sebuah perangkat Xbox 360 atau perangkat lainnya yang mendukung fitur
Windows Media Connect.
· Data redundancy: Windows Home Server dapat melindungi terhadap kegagalan
sebuah drive tunggal dengan melakukan duplikasi data melalui beberapa drive.
· Expandable Storage: Menyediakan sebuah ruangan penyimpanan tunggal yang
bisa diperluas, sehingga kebutuhan untuk huruf drive menjadi tidak terlalu
signifikan lagi.
· Bisa diperluas dengan menggunakan Add-In: Windows Home Server bisa
diperluas dengan menggunakan Add-In, yang bisa dibuat oleh para pengembang
perangkat lunak pihak ketiga untuk memperluas fitur-fitur dan fungsionalitas dari
server. Add-in dapat dikembangkan dengan menggunakan Windows Home
Server SDK, untuk menyediakan layanan tambahan kepada komputer klien atau
bekerja dengan data yang telah tersimpan di dalam server. Add-in juga dapat
berupa apliaksi ASP.NET, yang di-hosting di atas Microsoft Internet Information
Services (IIS) di atas Windows Home Server.
· Server backup: Dapat melakukan backup terhadap berkas yang disimpan di
dalam folder yang di-share di dalam server ke sebuah hard disk eksternal.
2. Teknologi
Windows Home Server dibangun di atas basis kode yang sama dengan
Windows Server 2003 Service Pack 2. Sistem operasi ini mencakup hampir semua
teknologi yang ditemukan di dalam sistem operasi tersebut tapi beberapa area telah
dilimitasi untuk membuang beberapa kompleksitas yang tidak dibutuhkan atau
membatasi penggunaannya. Windows Home Server juga mencakup beberapa
kemampuan yang tidak dimiliki oleh Windows Server 2003, seperti:
3. Home Server Console
Karena basis sistem operasi WHS dibangun dengan menggunakan kode
dari Windows Server 2003 Service Pack 2, antarmuka konfigurasi didesain
sedemikian rupa agar bersifat cukup user-friendly, sehingga WHS dapat diatur oleh
orang yang tanpa pengetahuan administrasi server sebelumnya. Antarmuka
konfigurasi, yang disebut dengan Windows Server Console, dibuat sebagai aplikasi
Remote Desktop Protocol (RDP) di atas komputer PC jarak jauh--meski aplikasi
berjalan di atas server, tapi antarmuka pengguna (user interface) di-render di dalam
sistem jarak jauh. Aplikasi klien Windows Home Server Console dapat diakses dari
semua komputer yang menjalankan sistem operasi Windows. Servernya sendiri tidak
membutuhkan kartu grafis atau periferal komputer sama sekali; server didesain agar
hanya membutuhkan sebuah kartu Ethernet dan paling tidak satu buah komputer
Windows XP atau Windows Vista harus ada di dalam jaringan untuk melakukan
administrasi.
Windows Home Server dibangun di atas basis kode yang sama dengan
Windows Server 2003 Service Pack 2. Sistem operasi ini mencakup hampir semua
teknologi yang ditemukan di dalam sistem operasi tersebut tapi beberapa area telah
dilimitasi untuk membuang beberapa kompleksitas yang tidak dibutuhkan atau
membatasi penggunaannya. Windows Home Server juga mencakup beberapa
kemampuan yang tidak dimiliki oleh Windows Server 2003, seperti:
3. Home Server Console
Karena basis sistem operasi WHS dibangun dengan menggunakan kode
dari Windows Server 2003 Service Pack 2, antarmuka konfigurasi didesain
sedemikian rupa agar bersifat cukup user-friendly, sehingga WHS dapat diatur oleh
orang yang tanpa pengetahuan administrasi server sebelumnya. Antarmuka
konfigurasi, yang disebut dengan Windows Server Console, dibuat sebagai aplikasi
Remote Desktop Protocol (RDP) di atas komputer PC jarak jauh--meski aplikasi
berjalan di atas server, tapi antarmuka pengguna (user interface) di-render di dalam
sistem jarak jauh. Aplikasi klien Windows Home Server Console dapat diakses dari
semua komputer yang menjalankan sistem operasi Windows. Servernya sendiri tidak
membutuhkan kartu grafis atau periferal komputer sama sekali; server didesain agar
hanya membutuhkan sebuah kartu Ethernet dan paling tidak satu buah komputer
Windows XP atau Windows Vista harus ada di dalam jaringan untuk melakukan
administrasi.
4. Drive
Extender
Windows Home Server Drive Extender merupakan sebuah sistem replikasi
berbasis berkas yang menyediakan tiga kemampuan kunci:
· Redundansi dengan banyak hard disk, sehingga jika ada sebuah hard disk
mengalami kerusakan, data yang disimpan di dalamnya tidak akan hilang.
· Perluasan media penyimpanan dengan cara mendukung semua drive hard disk
(Serial ATA, USB, FireWire, SCSI, Serial Attached SCSI, IDE, atau yang lainnya),
dan dapat dicampur dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda-beda.
· Ruang nama folder tunggal (tidak membutuhkan huruf drive).
Windows Home Server Drive Extender merupakan sebuah sistem replikasi
berbasis berkas yang menyediakan tiga kemampuan kunci:
· Redundansi dengan banyak hard disk, sehingga jika ada sebuah hard disk
mengalami kerusakan, data yang disimpan di dalamnya tidak akan hilang.
· Perluasan media penyimpanan dengan cara mendukung semua drive hard disk
(Serial ATA, USB, FireWire, SCSI, Serial Attached SCSI, IDE, atau yang lainnya),
dan dapat dicampur dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda-beda.
· Ruang nama folder tunggal (tidak membutuhkan huruf drive).
5. Backup
dan restore komputer
Windows Home Server Computer Backup dapat secara otomatis
melakukan backup terhadap semua komputer di dalam sebuah rumah dan disimpan
di dalam server dengan menggunakan sebuah sistem berbasis image yang menjamin
restorasi berbasis point-in-time, baik untuk keseluruhan data dalam PC atau berkas
atau direktori tertentu dari dalam PC. Restorasi keseluruhan komputer dilakukan
dengan menggunakan CD yang bisa melakukan booting, sementara restorasi berkas
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak klien WHS yang mengizinkan
pengguna untuk membuka backup dan melakukan "drag-and-drop" berkas dari dalam
image backup tersebut. Fitur ini menggunakan teknologi Volume Shadow Services
(VSS) di dalam komputer klien untuk membuat backup berbentuk image dari sebuah
komputer yang berjalan. Karena proses backup beroperasi terhadap data pada level
cluster, proses ini dapat dilakukan untuk meminimalisir jumlah data yang ditransfer
melalui jaringan dan pada akhirnya dapat disimpan di dalam server. Proses ini
mengizinkan server untuk menyimpan hanya satu kemunculan data saja, tidak peduli
apakah data tersebut berasal dari komputer lainnya, dari berkas yang lain, atau
bahkan data di dalam berkas yang sama.
Image backup komputer tidak diduplikasi di dalam server, sehingga jika
sebuah hard disk server mengalami kegagalan, backup bisa hilang, dan tentu saja
mesin sumber harus ada dan berjalan dengan baik. Fitur "Server Backup" yang
ditambahkan dalam Power Pack 1 tidak mencakup duplikasi image backup.
Windows Home Server juga menyediakan akses jarak jauh terhadap media
penyimpanan dengan menggunakan antarmuka web browser yang diamankan
dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) melalui Internet. Versi rilis dari
WHS menawarkan akses terhadap antarmuka web dengan menggunakan URL
Windows Live yang bisa diperoleh secara gratis (yang menggunakan fitur Dynamic
DNS). Antarmuka Web juga dapat mengizinkan proses upload dan download dari
media penyimpanan server. Akan tetapi, ada batasan upload secara bertumpuk
hingga 2 Gigabita.
WHS juga bisa bertindak sebagai RDP gateway, mengizinkan kontrol secara
jarak jauh melalui Internet, oleh mesin-mesin internal yang menjalankan sistem
operasi yang didukung dalam jaringan, seperti Windows XP Professional, Windows
XP Tablet PC Edition, Windows XP Media Center Edition, Windows Vista Business,
Windows Vista Enterprise, dan Windows Vista Ultimate Edition. Antarmuka Web juga
dapat melakukan pembenaman (embedding) terhadap kontrol ActiveX Remote
Desktop, untuk menyediakan akses jarak jauh melalui antarmuka Web secara
langsung. Sesi-sesi jarak jauh juga dapat menggunakan Home Server Console untuk
melakukan konfigurasi server melalui Internet.
Windows Home Server Computer Backup dapat secara otomatis
melakukan backup terhadap semua komputer di dalam sebuah rumah dan disimpan
di dalam server dengan menggunakan sebuah sistem berbasis image yang menjamin
restorasi berbasis point-in-time, baik untuk keseluruhan data dalam PC atau berkas
atau direktori tertentu dari dalam PC. Restorasi keseluruhan komputer dilakukan
dengan menggunakan CD yang bisa melakukan booting, sementara restorasi berkas
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak klien WHS yang mengizinkan
pengguna untuk membuka backup dan melakukan "drag-and-drop" berkas dari dalam
image backup tersebut. Fitur ini menggunakan teknologi Volume Shadow Services
(VSS) di dalam komputer klien untuk membuat backup berbentuk image dari sebuah
komputer yang berjalan. Karena proses backup beroperasi terhadap data pada level
cluster, proses ini dapat dilakukan untuk meminimalisir jumlah data yang ditransfer
melalui jaringan dan pada akhirnya dapat disimpan di dalam server. Proses ini
mengizinkan server untuk menyimpan hanya satu kemunculan data saja, tidak peduli
apakah data tersebut berasal dari komputer lainnya, dari berkas yang lain, atau
bahkan data di dalam berkas yang sama.
Image backup komputer tidak diduplikasi di dalam server, sehingga jika
sebuah hard disk server mengalami kegagalan, backup bisa hilang, dan tentu saja
mesin sumber harus ada dan berjalan dengan baik. Fitur "Server Backup" yang
ditambahkan dalam Power Pack 1 tidak mencakup duplikasi image backup.
Windows Home Server juga menyediakan akses jarak jauh terhadap media
penyimpanan dengan menggunakan antarmuka web browser yang diamankan
dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) melalui Internet. Versi rilis dari
WHS menawarkan akses terhadap antarmuka web dengan menggunakan URL
Windows Live yang bisa diperoleh secara gratis (yang menggunakan fitur Dynamic
DNS). Antarmuka Web juga dapat mengizinkan proses upload dan download dari
media penyimpanan server. Akan tetapi, ada batasan upload secara bertumpuk
hingga 2 Gigabita.
WHS juga bisa bertindak sebagai RDP gateway, mengizinkan kontrol secara
jarak jauh melalui Internet, oleh mesin-mesin internal yang menjalankan sistem
operasi yang didukung dalam jaringan, seperti Windows XP Professional, Windows
XP Tablet PC Edition, Windows XP Media Center Edition, Windows Vista Business,
Windows Vista Enterprise, dan Windows Vista Ultimate Edition. Antarmuka Web juga
dapat melakukan pembenaman (embedding) terhadap kontrol ActiveX Remote
Desktop, untuk menyediakan akses jarak jauh melalui antarmuka Web secara
langsung. Sesi-sesi jarak jauh juga dapat menggunakan Home Server Console untuk
melakukan konfigurasi server melalui Internet.
6.
Kompatibilitas
Windows Home Server dapat melakukan integrasi dengan Windows XP dan
Windows Vista melalui instalasi perangkat lunak. Semua berkas yang disimpan di
dalam Windows Home Server dapat juga diakses dengan menggunakan share
Windows, sehingga sistem opearsi lainnya pun dapat mengaksesnya (sebagai
contoh: dengan menggunakan Samba). Dalam Power Pack 1, klien x64 Windows
juga dapat didukung.
Windows Home Server tidak memiliki kemampuan Domain Controller, dan
tidak juga bisa tergabung ke dalam domain Windows Server.
Windows NT Server
Windows NT Server adalah sistem operasi untuk server yang sistem operasinya
32 bit dari microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi operasi windows 2000,
windows XP, server 2003 dan windows Visata. sistem operasi tersebut pada
awalnya mendukung beberapa platform mikroprosesor. windows NT server ini
tidak di bngun dari MS-DOS mampu mengamati 4 GB.. Windows NT
sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari sistem operasi
IBM 03/2 versi 3.0, Selanjutnya microsoft merekut beberapa orang
pengembangan sistem operasi dari Digital Equipment corporation (DEC). tim
pengembangan dikepalai oleh David Neilcutler, SR.
KELEBIHAN
1. Peningkatkan kapasitas server untuk melayani lebih simultan koneksinya.
2. Bebas dari kode 16 Bit milik MS-DOS
3. Peningkatkan kemampuan layanan server TCP/IP
4. Model keamanan berbasis domain penuh
5. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan MeMonitoring jaringan
KEKURANGAN
1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu
administrasi banyak mengunakan Java script dan Active X.
2. Pengubahan Konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan
berhasil.
3. Dokumentasi online
Windows Server 2000
Microsoft merilis windows 2000 pada 17 Febuari 2000 sebuah versi yang
sebelumnya dikenal dengan sebutan NT 5,0 atau “NT.5,0″ versi 2000 ditujukan untuk
dua pangsa pasaar yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server.
Diantara fitur windows 2000 yang paling signifikan adalah active Directory,
sebuah model jaringan pengganti jaringan NT domain yang menggunakan teknologi
yang merupakan standar industri seperti Domain Name System (DNS) Light weight
Directory Access Protocol (LDAP) dan kerberos untuk menghubungkan antara
sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows 2000 dapat memperbaruhi komputer yang
sebelumnya menjalankan windows 98, windows 2000 tidak lah dianggap sebagai
prodok yang cocok untuk rumahan, alasannya bnyak diantaranya adalah kurangnya
device driver untuk banyak penggunaseperti pemindai (Scanner) dan juga pencetak
(Printer) pada saat di liris windows 2000 tersedia dalam enam edisi yakni.
1. Windows 2000 Professional
2. Windows 2000 Server
3. Windows 2000 Advanced Server
4. Windows 2000 Datacenter Server
5. Windows 2000 Advanced Server limited Edition
6. Windows 2000 Datacenter Server Limited Edition
Windows Server 2003
Pada tanggal 24 April 2003 microsoft windows server 2003 sebuah pembaruan
untuk sistem operasi windows 2000 server yang menawarkan bbanyak fitur-fitur
keamanan yang baru, pemadu ” Manage your server Wizard” yang
menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya dan juga
peningkatkan kinerja, windows server 2003 mengunakan kernel windows NT versi
5.2.
Di dalam windows server 2003, beberapa layanan yang tidak terlau
dibutuhkan didalam lingkungan server dinonaktifkan secara default “Windows Audio”
dan “Themes” pada bulan Desember 2005, Microsoft merilis windows server 2003 R
2. yang merupakan windows server 2003 server pick 1 ditambahkan dengan
beberapa paket tambahan diantara semua fitur-fitur barunya adalah fitur-fitur
manajemen untuk kantor-kantor cabang dan integrasi identitas yang luas.
Windows 2003 tersedia dalam lima buah edisi:
1. Windows 2003 Web Edition
2. Windows 2003 Standard Edition
3. Windows 2003 Enterprise Edition
4. Windows 2003 Datacenter Edition
5. Windows 2003 Small Business Server
Windows Home Server dapat melakukan integrasi dengan Windows XP dan
Windows Vista melalui instalasi perangkat lunak. Semua berkas yang disimpan di
dalam Windows Home Server dapat juga diakses dengan menggunakan share
Windows, sehingga sistem opearsi lainnya pun dapat mengaksesnya (sebagai
contoh: dengan menggunakan Samba). Dalam Power Pack 1, klien x64 Windows
juga dapat didukung.
Windows Home Server tidak memiliki kemampuan Domain Controller, dan
tidak juga bisa tergabung ke dalam domain Windows Server.
Windows NT Server
Windows NT Server adalah sistem operasi untuk server yang sistem operasinya
32 bit dari microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi operasi windows 2000,
windows XP, server 2003 dan windows Visata. sistem operasi tersebut pada
awalnya mendukung beberapa platform mikroprosesor. windows NT server ini
tidak di bngun dari MS-DOS mampu mengamati 4 GB.. Windows NT
sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari sistem operasi
IBM 03/2 versi 3.0, Selanjutnya microsoft merekut beberapa orang
pengembangan sistem operasi dari Digital Equipment corporation (DEC). tim
pengembangan dikepalai oleh David Neilcutler, SR.
KELEBIHAN
1. Peningkatkan kapasitas server untuk melayani lebih simultan koneksinya.
2. Bebas dari kode 16 Bit milik MS-DOS
3. Peningkatkan kemampuan layanan server TCP/IP
4. Model keamanan berbasis domain penuh
5. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan MeMonitoring jaringan
KEKURANGAN
1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu
administrasi banyak mengunakan Java script dan Active X.
2. Pengubahan Konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan
berhasil.
3. Dokumentasi online
Windows Server 2000
Microsoft merilis windows 2000 pada 17 Febuari 2000 sebuah versi yang
sebelumnya dikenal dengan sebutan NT 5,0 atau “NT.5,0″ versi 2000 ditujukan untuk
dua pangsa pasaar yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server.
Diantara fitur windows 2000 yang paling signifikan adalah active Directory,
sebuah model jaringan pengganti jaringan NT domain yang menggunakan teknologi
yang merupakan standar industri seperti Domain Name System (DNS) Light weight
Directory Access Protocol (LDAP) dan kerberos untuk menghubungkan antara
sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows 2000 dapat memperbaruhi komputer yang
sebelumnya menjalankan windows 98, windows 2000 tidak lah dianggap sebagai
prodok yang cocok untuk rumahan, alasannya bnyak diantaranya adalah kurangnya
device driver untuk banyak penggunaseperti pemindai (Scanner) dan juga pencetak
(Printer) pada saat di liris windows 2000 tersedia dalam enam edisi yakni.
1. Windows 2000 Professional
2. Windows 2000 Server
3. Windows 2000 Advanced Server
4. Windows 2000 Datacenter Server
5. Windows 2000 Advanced Server limited Edition
6. Windows 2000 Datacenter Server Limited Edition
Windows Server 2003
Pada tanggal 24 April 2003 microsoft windows server 2003 sebuah pembaruan
untuk sistem operasi windows 2000 server yang menawarkan bbanyak fitur-fitur
keamanan yang baru, pemadu ” Manage your server Wizard” yang
menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya dan juga
peningkatkan kinerja, windows server 2003 mengunakan kernel windows NT versi
5.2.
Di dalam windows server 2003, beberapa layanan yang tidak terlau
dibutuhkan didalam lingkungan server dinonaktifkan secara default “Windows Audio”
dan “Themes” pada bulan Desember 2005, Microsoft merilis windows server 2003 R
2. yang merupakan windows server 2003 server pick 1 ditambahkan dengan
beberapa paket tambahan diantara semua fitur-fitur barunya adalah fitur-fitur
manajemen untuk kantor-kantor cabang dan integrasi identitas yang luas.
Windows 2003 tersedia dalam lima buah edisi:
1. Windows 2003 Web Edition
2. Windows 2003 Standard Edition
3. Windows 2003 Enterprise Edition
4. Windows 2003 Datacenter Edition
5. Windows 2003 Small Business Server
Windows Server 2008
Windows server 2008 adalah sebuah versi baru windows server, yang jadwalkan
untuk diliris pada tanggal 27 febuari 2008. Pada saat pengembangannya windows
server memiliki nama kode “Windows Server Codenamed longhorn”. Windows Server
2008 dibangun diatas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada
awalnya diperkenalkan dengan windows visata dan ditujukan agar bisa lebih modular
secara signifikan ketimbang pendahulunya windows server 2007
Windows server 2008 adalah sebuah versi baru windows server, yang jadwalkan
untuk diliris pada tanggal 27 febuari 2008. Pada saat pengembangannya windows
server memiliki nama kode “Windows Server Codenamed longhorn”. Windows Server
2008 dibangun diatas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada
awalnya diperkenalkan dengan windows visata dan ditujukan agar bisa lebih modular
secara signifikan ketimbang pendahulunya windows server 2007
Thanks for reading & sharing HUMANchoice™

0 comments:
Post a Comment