Blogger templates

Home » » SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER

SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER

Posted by HUMANchoice™ on Sunday, June 7, 2015

                   
       SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER

GNU
/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus
Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di tahun
1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan
sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas:
yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari “GNU’s Not Unix”;
GNU dilafalkan dengan “genyu”). Varian dari sistem operasi GNU, yang
menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas.Walau
pun sistem ini sering dirujuk sebagai “Linux”, sebetulnya lebih tepat jika disebut
sistem GNU/Linux. Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik
dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu
menjalankan sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard
disk. Dengan cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di
komputer orang lain karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik
hard disk dan partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan
proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard
Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi
seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya
— diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991,
pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan
hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel.Torvalds dan pembuat
kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi
dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang
cukup berfungsi.Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam
rancangan GNU.
Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix,
SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll.
Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama
dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket
umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice,
XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian,
yaitu beberapa paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum
digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar
700MB.
Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD
tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya
memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi
RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang
untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu,
kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan
komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan
dengan kecepatan mengakses harddisk.
Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi
bagian utama dari sebuah sistem operasi.Tugasnya melayani bermacam
program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara
aman.Istilah Linux sebetulnya hanya mengacu pada kernel dari suatu sistem
operasi.Kernel adalah Jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yg
menterjemahkan bahasa software sehingga mampu dimengerti dan diproses
oleh hardware sesuai dengan permintaan. Karena akses terhadap perangkat
keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani
dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur
kapan dan berapa lama suatu program dapatmenggunakan satu bagian
perangkat keras tersebut.Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.Akses
kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks,
oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi
hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk
menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat
keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya
memudahkan pekerjaan programer.Sebuah kernel sistem operasi tidak harus
ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer.Program dapat
langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya
adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat
program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction.
Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal
dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari
diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang
komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program,
dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program
tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di
dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam
ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer
yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk
apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.
Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem
operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain
berbeda, sebagai berikut:

· Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di
dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
· Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi
perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—
yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas
lainnya.
· Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang
dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di
dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
· Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal,
sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam
pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi
dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan
dalam desain monolithic kernel.

Open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh
suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan
memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas
(biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini
mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi
komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi,
yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open
Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk
menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada
orang banyak. Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code
dari aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka
sehingga setiap orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai
dengan kebutuhan masing-masing.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir
dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan
dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas
ke publik.Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutakngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi
kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas
tanpa tanggung jawab.Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka
“kode sumber” dari sebuah perangkat lunak.Konsep ini terasa aneh pada
awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat
lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain
semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber
terbuka hanya sebatas itu.Artinya, dia tidak harus gratis.Definisi sumber terbuka
yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi
sumber terbuka.Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini
membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda.Sumber
terbuka adalah pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas
adalah solusi suboptimal.Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat
lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah
solusi.

10 Distro Linux Yang Cocok Untuk Server

1. Ubuntu
Ubuntu merupakan distro linux yang berbasis Debian berada dalam kelas dengan
sendirinya. Ini melampaui semua distro lain dari segi instalasinya yang sederhana
dan dibantu dengan dukungan kinerja hardware yang sangat baik untuk kebutuhan
komersial kelas dunia,dan tentunya ubuntu juga menjadi pilihan dalam membuat
sebuah server jaringan.

2. Red Hat
Red Hat Enterprise Linux (RHEL) adalah sebuah perusahaan Linux kecil yang
sekarang menjadi kekuatan utama dalam upaya untuk rackspace data center.
Dan Redhat ini banyak dijadikan pilihan untuk dibuat menjadi server meskipun ada
beberapa paket yang memerlukan biaya untuk memilikinya

3. SUSE
SUSE Linux adalah distro milik novell suse linux juga dijadikan pilihan yang tidak
kalah dari distro lainnya,dan banyak juga yang tidak tanggung tanggung untuk
memilih suse sebagai os pribadi maupun server
4. Mandriva
Mandriva adalah sistem operasi linux server yang mungkin agak asing.linux ini
berasal dari Perancis dan klaim penerimaan ekstrim di Eropa dan Amerika Selatan.
Hal ini, seperti klaim situsnya, penyedia Linux di seluruh dunia.Namanya dan
konstruksinya berasal dari Mandrake Linux dan Connectiva distribusi Linux.

5. Xandros
Jika Anda lebih memilih distribusi Linux dengan koneksi Microsoft, Xandros adalah
satu pilihan yang tepat untuk Anda. Rumor mengenai, Xandros dan Microsoft
berkolaborasi dalam apa yang dikenal di kalangan teknis sebagai "cooperatition." Ini
berarti bahwa mereka bersaing secara kooperatif.

6. Slackware
Slackware yang meruapakan distro milik Patrick Volkerding adalah salah satu sistem
operasi yang free atau gratis Meskipun tidak umumnya terkait dengan distribusi
komersial, Slackware mempertahankan hubungan dengan beberapa perusahaan
yang memberikan dukungan fee-based. Salah satu distro awal yang tersedia,
Slackware memiliki basis penggemar yang luas dan setia.Pengembang secara
teratur merilis versi baru dan keunggulan fitur di tiap perbaharuannya.

7. Debian
Debian adalah sistem operasi yang tidak memiliki dukungan komersial formal, tetapi
Anda dapat terhubung dengan konsultan Debian-savvy di seluruh dunia melalui
halaman Konsultan mereka. Debian telah melahirkan anak distribusi lebih dari
distribusi linux lainnya, seperti Ubuntu, Linux Mint dan Vyatta.

8. Vyatta
Linux Vyatta memiliki kelelebih dalam pengaturan router dan firewall dari sistem
berbasis PC tetapi jika Anda ingin distribusi komersial-driven untuk aplikasi tersebut,
Vyatta bekerja dengan baik untuk kebutuhan pada media komunikasi dan tentunya
sangat aman dan terjangkau.Vyatta Linux Juga memiliki versi gratis.

9. CentOS
Memang benar bahwa CentOS tidak sepenuhnya komersial tetapi karena didasarkan
pada Red Hat Enterprise Linux, Anda dapat memanfaatkan dukungan komersial
untuk itu. CentOS memiliki repositori sendiri dan dukungan masyarakat dan tidak
sama dengan Fedora Linux.

10. Unbreakable Linux
Oracle Unbreakable Linux Red Hat Enterprise Linux dengan beberapa logo Oracle
dan seni.Oracle bersaing langsung dengan Red Hat dengan distribusi dan cukup
efektif, karena dukungan dibeli melalui Oracle adalah setengah harga dari model
setara Red Hat.

Thanks for reading & sharing HUMANchoice™

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

About

Powered by Blogger.

Labels

Labels

Label

Labels